Koperasi Desa Merah Putih Diarahkan Kelola Potensi Lokal, Tunggu Petunjuk Teknis dari Pusat
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pemkab Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan terus mendorong aktivasi penuh seluruh Koperasi Desa Merah Putih di 109 Kampung dan Kelurahan. Meski target idealnya mencapai 110 koperasi, itu karena ada dua kampung—Sidung Indah dan Baturaja—memilih untuk bergabung menjadi satu koperasi gabungan.
“Kami masih menunggu
penentuan lokasi pastinya. Kemungkinan besar koperasi gabungan itu akan
berkantor di Baturaja, namun juga bisa bercabang di dua lokasi,” ujar Kepala
Bidang Koperasi dan UMKM, Hidayat Sorang.
Lebih lanjut, Hidayat
menyebut, Koperasi-koperasi ini diarahkan untuk mengelola potensi lokal yang
dimiliki masing-masing Kampung. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang
menargetkan seluruh koperasi Desa Merah Putih bisa berjalan efektif pada
Oktober mendatang.
“Kami masih menunggu
petunjuk teknis dari kementerian. Selama itu belum turun, kami arahkan koperasi
agar tetap mengikuti Undang-Undang Koperasi dalam melaksanakan kegiatan,”
ujarnya.
Menurut Hidayat,
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menggantikan peran tengkulak,
khususnya dalam sektor perikanan dan pertanian.
“Contohnya di daerah
perairan yang menghasilkan terasi, Koperasi harus bisa mengelola gudangnya
sendiri dan menjalankan distribusi secara mandiri,” tegasnya.
Koperasi juga
diharapkan mampu menyalurkan kebutuhan pokok seperti beras dan sembako,
sehingga masyarakat tidak tergantung pada pasar luar.
“Kalau masyarakat butuh beras murah, mereka bisa datang langsung ke koperasi desa. Ini juga bentuk ketahanan ekonomi desa yang mandiri,” tutupnya. (sep/FN)